Beranda Layanan Systems Lab Tentang 🔐 Tools Mulai Proyek →

Dari Chaos ke Sistem

Dokumentasi lengkap proyek nyata — problem, pendekatan, sistem yang dibangun, dan hasil terukurnya.

Percetakan Workflow Audit-Ready

Dari Excel Berantakan ke Workflow Produksi Percetakan yang Audit-Ready dalam 6 Minggu

Perusahaan cetak dengan 15+ operator tidak punya sistem tracking job order yang reliable. Deadline sering miss, blame-shifting antar divisi, dan tidak ada data historis produksi. Dibangun sistem workflow end-to-end dengan status realtime dan audit trail lengkap.

🔴 Problem

Status job order hanya ada di kepala supervisor dan grup WhatsApp. Tidak ada single source of truth untuk melihat job mana yang sedang di mesin, mana yang menunggu material, mana yang sudah selesai cetak tapi belum ke finishing. Ketika ada complaint dari klien soal deadline, tidak ada data historis untuk trace ke mana bottleneck-nya. Data produksi akhir bulan dikumpulkan manual dari catatan operator — proses yang memakan 2–3 hari kerja setiap bulan.

📋 Context

  • Perusahaan cetak digital + offset, skala menengah, Bandung
  • Tim: 1 admin, 3 operator mesin, 2 finishing, 1 supervisor
  • Volume: ~80-120 job order per bulan, rata-rata 5-7 hari produksi
  • Constraint: tim tidak terbiasa dengan software complex, budget terbatas
  • Sistem lama: WhatsApp group + Google Sheets manual (tidak realtime)

⚙️ Approach

  • Week 1–2: Shadow dan mapping alur kerja aktual (bukan yang tertulis di SOP)
  • Week 2: Identifikasi bottleneck: input duplikat admin-operator, status update manual
  • Week 3–4: Bangun sistem Job Tracker berbasis web dengan status board
  • Week 4–5: Integrasi notifikasi WhatsApp otomatis saat job pindah status
  • Week 5–6: Training, pendampingan live, dan penyesuaian berdasarkan feedback

📦 Sistem & Deliverables

📋 Job Order Management System (status board)
🔔 Notifikasi WhatsApp otomatis per milestone
📊 Dashboard produksi realtime (per mesin/per operator)
📁 Laporan bulanan otomatis (PDF + Excel)
🏷️ QR code label job untuk scan status di lapangan
📜 SOP digital 3 halaman + video training 15 menit

📸 Screenshots Sistem

[ Dashboard Job Order — Status Board ]
Screenshot akan ditambahkan setelah go-live
[ Laporan Produksi Bulanan — Auto-generated ]

💡 Lessons Learned

🎯 Sistem yang terlalu complex tidak akan dipakai. Mulai dari yang paling nyeri dulu (status tracking), bukan yang paling canggih.
📱 Mobile-first bukan pilihan di industri ini — ini wajib. Operator tidak duduk di depan PC.
🔔 Notifikasi otomatis mengurangi 80% pertanyaan status via WhatsApp yang menyita waktu supervisor.

Punya situasi serupa?

Bisnis percetakan Anda bisa punya sistem workflow yang sama — bahkan lebih baik.

Diskusi Sekarang →

HR System ERP Payroll Otomatis

ERP Ringan: Dari Absensi WhatsApp ke Sistem HR Terintegrasi dalam 8 Minggu

Perusahaan dengan 25+ karyawan masih manage absensi, lembur, dan gaji lewat WhatsApp dan spreadsheet terpisah. Hitung gaji setiap bulan memakan 4–5 hari dengan risiko error tinggi. Dibangun ERP ringan yang handle seluruh siklus SDM dari masuk hingga gajian.

🔴 Problem

Data absensi tersebar di 3 tempat: finger print (tidak terintegrasi), foto selfie di WA, dan catatan supervisor. Rekonsiliasi sebelum payroll butuh 2-3 hari hanya untuk normalisasi data. Lembur sering tidak tercatat atau salah hitung. Potongan BPJS dan pajak dihitung manual per orang. Slip gaji dibuat satu-satu di Word — habis setengah hari kerja HRD untuk 25 karyawan.

📋 Context

  • Perusahaan manufaktur/percetakan, 25-30 karyawan tetap dan kontrak
  • Sistem shift: 2 shift (pagi/sore), beberapa karyawan WFO/WFH hybrid
  • Constraint: tidak ada IT staff, HRD 1 orang merangkap admin
  • Regulasi: BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21 bulanan

⚙️ Approach

  • Audit semua dokumen HR yang ada (SK, kontrak, tabel gaji, aturan lembur)
  • Mapping rules bisnis: shift, cut-off absensi, aturan lembur, formula gaji
  • Bangun modul absensi QR-based (scan by HP) tanpa hardware tambahan
  • Bangun engine payroll dengan formula yang dikonfigurasi (bisa update sendiri)
  • Integrasi export BPJS dan PPh 21 format resmi
  • Training parallel run: 1 bulan jalan bersamaan dengan sistem lama

📦 Sistem & Deliverables

👤 Modul Master Karyawan + Kontrak
📅 Absensi QR-code + Rekap Otomatis
⏰ Manajemen Lembur + Approval Flow
💰 Engine Payroll + Slip Gaji Digital
🏥 Export data BPJS (format resmi)
📊 Dashboard SDM (headcount, turnover)
📋 Cuti & Izin Management + Saldo
📜 SOP HRD 6 halaman + Video training

💡 Lessons Learned

⚖️ Formula gaji di setiap perusahaan berbeda — jangan pakai asumsi. Audit semua dokumen sebelum coding dimulai.
🔄 Parallel run 1 bulan sangat krusial untuk kepercayaan manajemen sebelum full switch.
🎯 Fitur terpenting ternyata bukan payroll — tapi rekap absensi realtime yang bisa dilihat supervisor kapan saja.

Masih hitung gaji manual?

Saya bisa bangun sistem serupa, disesuaikan dengan rules bisnis Anda.

Ceritakan Situasinya →

Marketplace Dashboard Data-Driven

Dari 3 Platform, 0 Data — ke Dashboard Omzet Konsolidasi + Listing yang Dioptimasi

Seller aktif di Tokopedia, Shopee, dan Lazada tapi tidak tahu mana channel paling profitable, produk mana yang harusnya didorong, dan kenapa return rate tinggi. Dibangun dashboard konsolidasi + strategi optimasi listing berbasis data kompetitor.

🔴 Problem

Data penjualan di 3 platform tidak bisa dibandingkan langsung — format berbeda, periode berbeda, definisi "omzet" beda antar platform. Owner manage semuanya secara feeling. Listing produk ditulis sekali saat buka toko dan tidak pernah dioptimasi lagi. Return rate 12% tidak diketahui penyebabnya. Tidak ada sistem untuk tahu kapan restock, produk mana yang mau habis, atau promo channel mana yang paling worth it.

📋 Context

  • Toko cetak online: kartu nama, spanduk, sticker, brosur
  • Active SKU: ~230 produk di 3 platform
  • Tim: 1 owner + 1 admin CS, tidak ada tim data
  • Constraint: tidak mau pakai tools berbayar tambahan jika bisa dihindari
  • Volume: ~300-500 order/bulan total cross-platform

⚙️ Approach

  • Audit semua listing: judul, deskripsi, foto, harga, variasi — score baseline
  • Bangun pipeline konsolidasi data (export manual → auto-normalize → dashboard)
  • Analisa kompetitor: 15 toko sejenis, mapping harga, kata kunci judul, visual produk
  • Optimasi listing prioritas (top 20% produk = 80% omzet) — judul, foto, keyword
  • Bangun dashboard Google Sheets terintegrasi + Looker Studio report
  • Setup sistem restock alert otomatis berdasarkan velocity penjualan

📦 Sistem & Deliverables

📊 Dashboard omzet cross-platform konsolidasi
🛒 Scorecard performa per produk per channel
🔍 Audit & optimasi 46 listing prioritas
📸 Panduan foto produk (template + brief)
⚠️ Sistem restock alert otomatis (Sheets + email)
📋 Playbook strategi promo bulanan

💡 Lessons Learned

📸 Foto produk adalah faktor konversi #1. Optimasi listing teks + foto thumbnail sekaligus hasilkan uplift 2× lebih cepat dari hanya teks saja.
📊 Dashboard yang bagus tapi tidak dipakai = mubazir. Buat yang simple, 1 halaman, jawab 3 pertanyaan utama owner: omzet, produk terlaris, channel terbaik.
🔄 Return rate tinggi ternyata karena deskripsi produk mismatch ekspektasi — bukan kualitas cetak. Fix copy = fix return rate.

Punya toko marketplace tapi datanya scattered?

Saya bantu konsolidasi, analisa, dan optimasi — dari data ke keputusan yang bisa dieksekusi.

Audit Marketplace Saya →